SELAMAT DATANG DI BLOG SDN LIMBANGAN O1

Minggu, 04 Maret 2012

Sejarah Kabupaten Brebes

 Sejarah Kabupaten Brebes
Ada beberapa pendapat mengenai asal - usul nama Brebes yang di antaranya berasal dari kata di antaranya Brebes berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Keduanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang merupakan dataran luas yang berair.Karena perkataan bara di ucapkan bere sedangkan basah di ucapkan besah maka untuk mudahnya di ucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau mrebes berarti tansah metu banyune yang berarti selalu keluar airnya.
Nama Brebes muncul sejak zaman Mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti Pekalongan, Pemalang ,dan Tegal. Brebes pada saat itu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tegal.
Pada tanggal 17 Januari 1678 di Jepara diadakan pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya, Adipati Tegal dan Arya Martapura, Adipati Jepara. Karena tidak setuju dengan acara penandatanganan naskah kerjasama antara Amangkurat Admiral dengan Belanda terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut. Peristiwa berdarah ini merupakan awal mula terjadinya Kabupaten Brebes dengan Bupati berwenang .Sehari setelah peristiwa berdarah tersebut yaitu tanggal 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa Adipati/ Bupati sebagai pengagganti Adipati-adipati yang gugur. Untuk kabupaten Brebes di jadikan kabupaten mandiri dengan adipati Arya Suralaya yang merupakan adik dari Arya Martalaya. Pengangkatan Arya Suralaya sekaligus titimangsa pemecahan Kadipaten Tegal menjadi dua bagian yaitu Timur tetap di sebut Kadipaten Tegal dan bagian barat di sebut Kabupaten Brebes.

Geografis
Kabupaten Brebes terletak di bagian Utara paling Barat Provinsi Jawa Tengah, di antara koordinat 108° 41'37,7" - 109° 11'28,92" Bujur Timur dan 6° 44'56'5" - 7° 20'51,48 Lintang Selatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat. Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes. Namun terdapat Kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa Sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi Kecamatan Salem,Banjarharjo,dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa desa di Kecamatan Losari,Tanjung,Kersana,Ketanggungan dan Larangan.
Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (sekarang disebut sebagai Kali Brebes atau Kali Pemali yang melintasi pusat kota Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.
Ibukota kabupaten Brebes terletak di bagian timur laut wilayah kabupaten. Kota Brebes bersebelahan dengan Kota Tegal, sehingga kedua kota ini dapat dikatakan "menyatu".
Brebes merupakan kabupaten yang cukup luas di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya merupakan dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yang merupakan bagian dari Gunung Slamet.
Dengan iklim tropis, curah hujan rata-rata 18,94 mm per bulan. Kondisi itu menjadikan kawasan tesebut sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian seperti tanaman padi, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.
Utara Laut Jawa Selatan Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas Barat Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan (Jawa Barat) Timur Kabupaten Tegal, Kota Tegal

Prilaku Mental Siswa Perokok

Prilaku Mental Siswa Perokok
Akhir-akhir ini banyak kita jumpai atau lihat banyak siswa yang notabennya masih duduk dibangku sekolah telah merokok, dari siswa SLTA, SLTP, dan sekoolah dasar (SD)

Merokok merupakan hak asasi setiap orang sesuai kegemaran dan kebiasaannya. Bagi mereka yang terbiasa merokok ada kenikmatan tersendiri saat merokok ada kenikmatan tersendiri saat menghisap, menebarkan asap yang mengepul bergulung-gulung, melayangkan pandangan bebas sebebas berkeliarannya asap rokok yang sedang dinikmati
Siswa yang bermental perokok, biasanya akan cenderung malas, acuh terhadap pelajaran, angkuh dalam pergaulan. Kebiasaan merokok dikalangan siswa selama masih dalam status peserta didik, tergolong prilaku menyimpan yang melanggar peraturan dan termasuk siswa tak bermoral dan alias siswa nakal. Mereka yang sudah kecanduan atau ketagihan bisa menjadi mangsa bagi para penggemar narkoba dan sejenis obat-obatan terlarang lainnya.

Cara Memahami Orang Lain

Dalam pergaulan sehari-hari kita harus bisa memahami orang lain atau lawan yang kita sedang ajak bicara karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain atau masyarakat maka dari itu kita harus bisa memahami untuk menghindari segala konflik dan kepentingan masing-masing
Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini bisa disebut dengan empati. Empati juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Dengan demikian, anda juga dapat membaca dan memahami emosi-emosi pada orang lain.
Memahami perasaan orang lain tidak harus mendikte tindakan anda. Menjadi pendengar yang baik-baik berarti harus setuju dengan apapun yang anda dengar. Keuntungan dari memahami orang lain adalah anda mempunyai lebih banyak pilihan tentang cara bersikap, serta memiliki peluang lebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Selasa, 21 Februari 2012

DAFTAR NAMA PENGAJAR DAN NOMOR NUPTK SDN LIMBANGAN 01 KECAMATAN LOSARI KABUPATEN BREBES



NSS            : 101032911007
NPSN         : 20326347

NO
NAMA
NOMOR NUPTK
1
BUNADI, S.Pd
24477386402.00013
2
TAWES, A.Ma.Pd
60587316333.00003
3
AROFAH, S.Pd
48367436463.00022
4
MUTLA’ATIN, A,Ma.Pd
29527326333.00002
5
MASRI’AH, S.Pd
89397466483.00012
6
MUNAJAT, S.Pd.I
90577446472.00003
7
DIYANA, S.Pd
52597636643.00003
8
M.MUSLIH, S.Pd.I
44557626631.10042
9
KUSRINI, S.Pd.
94377616632.10143
12
AGUS DJADJULI
67427436442.00012